KALKULATOR ZAKAT

Kalkulator zakat didesain untuk memudahkan muzaki mengitung jumlah zakat yang mesti ditunaikan. Dompet Dhuafa menyediakan dua jenis kalkulator zakat: Zakat Penghasilan dan Zakat Harta Simpanan.

Zakat Penghasilan/ Profesi

Zakat Penghasilan dikenakan kepada seorang karyawan atau profesional yang memiliki penghasilan rutin. Seperti contohnya pegawai, pengacara, arsitek, konsultan, dokter, dan profesi lainnya.

Zakat penghasilan dikeluarkan pada saat setiap kali menerima gaji/ penghasilan, termasuk THR (Tunjangan Hari Raya) maupun bonus. Nisab (batas harta wajib zakat) adalah setara 522 kilogram beras.

Zakat yang harus dikeluarkan adalah 2,5% dari total penghasilan sebelum digunakan untuk keperluan sehari-hari.

 

 

Kalkulator Zakat Penghasilan

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

* Yang dimaksud utang kebutuhan pokok adalah utang untuk kebutuhan pokok (sandang, pangan, dan papan). Sedangkan utang investasi seperti kendaraan dan properti tidak dihitung sebagai pengurang zakat.


Nisab zakat penghasilan perbulan

Rp.
Rp.
Rp.

Zakat Harta Simpanan

Zakat Harta Simpanan dikenakan kepada seseorang yang memiliki harta simpanan baik berupa uang, emas, maupun perak.

Zakat harta simpanan dikeluarkan setelah jatuh tempo satu tahun (haul). Nisabnya adalah senilai 85 gram emas atau 20 dinar.

Zakat yang harus dikeluarkan adalah 2,5% dari total harta yang disimpan.

Sebagai contoh Bapak Zaki memiliki tabungan senilai 100 juta dan sudah mengendap selama setahun. Artinya, dari contoh tersebut harta Bapak Zaki sudah memenuhi 2 kriteria wajib zakat, yaitu nishab dan haul.

Maka, zakat harta simpanan Bapak Zaki yang harus dibayarkan adalah Rp 100.000.000 x 2,5% = Rp 2.500.000.

 

 

Kalkulator Zakat Simpanan

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

* Harta lainnya termasuk (Surat Berharga, Properti yang bersifat investasi, dan Stok Barang Dagangan)


NISAB ZAKAT HARTA SIMPANAN

Untuk harta yang diwajibkan zakat adalah harta yang berjumlah di atas nisab. Nisab Zakat Harta (Maal) adalah setara dengan 85 gr emas 24 karat.

Rp.
Rp.
Rp.

Siapa Saja yang Berhak Menerima Zakat?

Sesuai firman Allah dalam surat At Taubah ayat 60, ada 8 golongan yang berhak menerima zakat (mustahik), diantaranya :

  1. Fakir
  2. Miskin
  3. Amil (pengurus zakat)
  4. Muallaf
  5. Budak
  6. Orang yang berutang
  7. Orang yang berjuang di jalan Allah
  8. Orang yang sedang dalam perjalanan

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS At-Taubah-60)